KEAJAIBAN ISTIGFAR : KISAH PENJUAL ROTI YANG MEMBUAT IMAM BESAR MENANGIS.
Penulis : Patriawati Narendra, S.KM, M.K.M
Kita seringkali berburuk sangka kepada ALLAH, mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan, menyedihkan dan mengalami keterpurukan, menyalahkan ALLAH terhadap ujian kehidupan padahal sejatinya ujian kehidupan adalah keberkahan ALLAH yang tersembunyi.
Kesedihan dan penderitaan yang manusia pikir adalah kiamat baginya namun bagi ALLAH, ujian kepedihan dan kesedihan manusia merupakan bentuk kasih sayang ALLAH kepada hambaNYA. Hingga ketika ALLAH menyanyangi manusia dengan memberinya ujian, dibalas manusia dengan berburuk sangka, manusia selalu mengumpat, mengeluh, menyalahkan ALLAH, seakan ujian tersebut malapetaka bagi dirinya sehingga menjadikan kebencian terhadap ALLAH, malas mendirikan sholat, malas berbuat kebaikan, putus asa, mudah emosi, mudah berkata kasar, sulit mengontrol lisan karena tidak paham esensi hikmah ujian dan tidak lagi menghiraukan larangan-larangan ALLAH serta tidak lagi menjalankan semua perintah ALLAH.
Kita seringkali meminta keajaiban datang dengan cara yang luar biasa dan cepat namun lupa terhadap ikhtiar dan ibadah kepada ALLAH, kita seringkali hanya menuntut ALLAH mengijabah doa kita dengan cepat namun lupa terhadap semua kewajiban yang harus ditunaikan. Ibadah kepada ALLAH bukan sesuatu hal yang membebani manusia, karena sejatinya ALLAH memberikan kebaikan dan ketenangan disetiap ibadah yang dijalankan manusia, namun terkadang manusia lupa bahwa ALLAH sangat memudahkan manusia untuk beribadah kepadaNYA, ALLAH sangat menyanyangi manusia, memberikan kemudahan sekaligus memberikan kunci sederhana untuk mengijabah semua doa-doa dan keajaiban tersebut bernama ISTIGFAR.
Basrah malam itu udara terasa dingin, Imam Ahmad bin Hanbal merupakan seorang ulama besar pendiri Mazhab Hanbali pernah melakukan perjalanan ke kota di Irak, setibanya disana saat waktu Isya, beliau bermalam di Masjid, namun ketika Imam Ahmad bin Hanbal sedang beristirahat dalam Masjid kecil, namun penjaga Masjid justru mengusirnya. Penjaga Masjid tersebut tidak mengenali Imam Ahmad sehingga dengan sigap mengusir Imam Ahmad yang sedang istirahat melepas kelelahan.
Ribuan tahun lalu, seorang penjual roti membuktikan bahwa lisan yang basah dengan permohonan ampun mampu 'menyeret' takdir yang paling mustahil sekalipun ke depan pintunya. Sungguh ALLAH sangat menyanyangi hambaNYA, mengijabah semua permintaan hambaNYA meski sangat mustahil untuk manusia raih.
Melihat Imam Ahmad diusir oleh penjaga Masjid, penjual roti kemudian iba dan menawarkan Imam Ahmad untuk menginap di rumahnya. Di dalam rumah, ketika Imam Ahmad beristirahat, penjual roti tersebut tidak berhenti beristigfar sambil menguleni adonan roti, setiap kali memotong adonan, memasukkan ke dalam oven, hingga mengangkatnya, ia terus mengucap "Astaghfirullah" (Aku memohon ampun kepada ALLAH).
Hingga ketika Imam Ahmad terbangun, terdengar suara penjual roti yang sedang beristigfar lalu membuat Imam Ahmad bertanya kepada penjual roti "Sudah berapa lama engkau beristigfar?" Penjual roti lalu menjawab "Sejak lama sekali, ini sudah menjadi kebiasaanku". Imam Ahmad lalu bertanya lagi "Apa hasil yang kau dapatkan dari amalanmu ini?" Penjual roti lalu menjawab "Demi ALLAH, tidak ada satupun doa yang aku panjatkan kecuali ALLAH telah mengabulkannya, hanya satu doa yang sampai saat ini belum dikabulkan" dengan rasa penasaran Imam Ahmad kemudian bertanya "Doa apakah itu?" Penjual roti lalu menjawab "Aku berdoa agar dipertemukan dengan Imam Ahmad bin Hanbal" Jawaban penjual roti tersebut membuat Imam Ahmad menangis dan bertakbir sambil berkata "ALLAHUAKBAR, Sungguh ALLAH membawaku ke kotamu bahkan membuatku diusir dari Masjid agar aku sampai ke rumahmu, Aku adalah Ahmad bin Hanbal" Penjual roti lalu kaget terharu dan menangis sambil bersyukur karena tidak menyangka doanya dikabulkan ALLAH melalui perantara istigfar yang terus menerus ia ucapkan.
Janji ALLAH nyata dalam Al Qur'an yaitu Surah Nuh ayat 10 - 12 : "Maka Aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada ALLAH, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu". ALLAH menjanjikan bahwa istigfar adalah kunci untuk mendapatkan kelapangan rejeki, mendapatkan keturunan (anak-anak) dan untuk mendapatkan keberkahan hidup (kebun dan sungai). Adapun Hadist Nabi Muhammad juga secara spesifik menjelaskan "Barangsiapa memperbanyak istigfar, niscaya ALLAH memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah penjual roti yang tidak berhenti beristigfar untuk mewujudkan semua doa dan impiannya, yaitu :
1. Istigfar membukakan pintu rejeki dan kemudahan bagi setiap urusan.
2. Ketekunan dan percaya kepada ALLAH bahwa ALLAH akan mengijabah doa hambaNYA dengan mendawamkan istigfar.
3. Ujian merupakan cara ALLAH untuk mendekatkan hambaNYA dengan impian dan cita-cita, ujian merupakan cara ALLAH untuk memberikan keberkahan dan kasih sayang ALLAH. Terkadang hal buruk yang dialami oleh Imam Ahmad (diusir dari Masjid) merupakan cara ALLAH untuk mengabulkan doa penjual roti dengan membawa Imam Ahmad menginap di rumah penjual roti.
Selain memudahkan hajat, mendawamkan istigfar juga dapat memudahkan dalam mendapatkan jalan keluar, Rasulullah bersabda "Barangsiapa memperbanyak istigfar, niscaya ALLAH memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Beliau juga bersabda :"Barangsiapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum pagi hari, maka ia termasuk penghuni syurga". (HR Bukhari). Istigfar juga dapat menjadi penghalang siksa ALLAH, seperti dalam firman ALLAH, QS. Al Anfal : 33 : "Dan ALLAH tidak akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan (beristigfar)".
"Istigfar bukan hanya tentang menghapus dosa masa lalu tetapi juga tentang membuka pintu-pintu keberkahan yang sempat tertutup oleh kekhilafan dan kelalaian kita"
"Saat dunia terasa sempit dan beban semakin menghimpit maka mendawamkan istigfar adalah solusinya, memohon ampun kepada ALLAH adalah kunci untuk mendapatkan kasih sayang ALLAH dan keberkahan dunia akhirat".
"Jadilah seperti penjual roti yang menjadikan istigfar sebagai nafasnya, dia tidak mengejar dunia, tidak mengejar mimpi namun sebaliknya dunia justru mengejarnya, impian dan doanya justru datang menghampirinya, ALLAHU AKBAR".
ALLAH ya Hannan ya Mannan
ALLAH ya Ghany ya Mughni
ALLAH ya Dzul Jalali Wal Ikram.

Komentar
Posting Komentar