UJIAN ITU TANDA DI SAYANG DAN DI MULIAKAN ALLAH
Penulis : Patriawati Narendra, S.KM, M. K.M
Banyak orang yang beranggapan bahwa ujian adalah beban yang menyebalkan, beban yang menderitakan sehingga banyak yang mencari pelampiasan, lari dari masalah dan mencari jalan instant meski jalan tersebut justru makin menderitakan diri dan keluarga, terlebih lagi bila jalan pintas lari dari masalah tersebut makin menjauhi ALLAH dan makin durhaka terhadap ALLAH.
Ujian adalah tanda seseorang disayang dan akan mendapat kemuliaan dari ALLAH, ujian merupakan privilege dari ALLAH yang hanya diberikan kepada hamba-hamba special, hamba pilihan ALLAH yang nantinya mendapat kenaikan derajat kehidupannya dan semakin diberkahi ALLAH. Butuh kecerdasan emosional dan butuh ilmu agama yang kuat agar manusia mampu menerima dan tahan ketika diuji. "Berdamai di Masa Sulit" itu butuh teknik dan strategi, bagaimana mengolah beban menjadi sebuah solusi yang indah dan membahagiakan. Kuncinya "Ikhlas Ketika di Uji" Keikhlasan merupakan energi positif yang mampu melesatkan kesuksesan. Semakin Ikhlas ketika di uji maka semakin waras pula kita menjalani kehidupan, mampu menepis hal-hal negatif dan mampu meredam emosi karena sadar penuh bahwa datangnya ujian itu dari ALLAH maka segala solusi sudah dipersiapkan ALLAH, ALLAH hanya ingin melihat hambaNYA sabar ikhlas atau malah makin ingkar dan makin kufur serta suudzon.
ALLAH sudah berfirman dalam QS. Al Insyirah ayat 1-8 : " Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad), dan Kami pun telah menurunkan beban darimu, yang memberatkan punggungmu dan Kami tinggikan sebutan (nama)mu bagimu. Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain) dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap". Mari kita cermati bersama QS. Al Insyirah ayat 5 dan 6 : "Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan". Terdapat pengulangan ayat, ini merupakan firman ALLAH agar manusia tenang dalam menghadapi ujian hidup, manusia tidak khawatir terhadap ujian yang sedang dihadapi, ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak perlu gelisah dan ragu terhadap ujian yang sedang menimpanya karena pertolongan ALLAH itu pasti datang dan ALLAH tidak pernah ingkar,
"Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan" Ujian dan solusinya sudah disiapkan satu paket oleh ALLAH, sekarang tinggal bagaimana manusia mengolah ujian itu menjadi sebuah keberkahan dan ujian merupakan pintu menuju kesuksesan. Keberkahan hidup akan diberikan ALLAH ketika manusia sabar dan ikhlas dalam menghadapi semua ujiannya, ketabahan dan ketegaran dalam melalui ujian tersebut akan membuahkan pahala yang akan dipanen kelak di akhirat.
"SEMAKIN DI CINTAI ALLAH MAKA SEMAKIN MENDAPAT UJIAN YANG BERTUBI-TUBI"
"SEMAKIN AGAMAMU BAIK DAN IBADAHMU KHUSYUK MAKA SEMAKIN BERAT PULA UJIANMU"
ALLAH berfiman dalam QS. Al Ankabut 29 ayat 2 : "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) hanya dengan mengatakan "Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji lagi?".
Ujian seperti kenaikan kelas yang apabila kita mampu melewatinya maka akan mendapat kemudahan dan mendapat keberkahan dari ALLAH karena kita sudah ikhlas menerima ujian dan tidak menyalahkan ALLAH. Hadist Nabi Muhammad SAW menerangkan tetang besarnya pahala ketika ikhlas terhadap ujian yang diberikan ALLAH : "Sesungguhnya besarnya pahala itu bergantung pada besarnya ujian, Sesungguhnya apabila ALLAH mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka, Barangsiapa ridho (menerima ujian itu), maka baginya keridhoan (ALLAH) dan Barangsiapa marah (tidak suka), maka baginya kemurkaan (ALLAH)" (HR. At Tirmidzi). Ujian bagi seorang mukmin sejati merupakan ajang untuk peningkatan derajat kehidupan dan sekaligus bukti cinta ALLAH kepada hambaNYA sehingga apabila mukmin tersebut melalui ujian dengan hati yang ikhlas, sabar dan penuh ridho maka akan disiapkan ALLAH kenaikan derajat kehidupannya.
Ujian yang dialami manusia tentunya juga dialami pula oleh manusia terdahulu, dan diantara ujian manusia yang paling berat yaitu ujian para Nabi dan Rasul, hal ini dijelaskan dalam Hadist NabiMuhammad SAW : " Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya/" Beliau menjawab : Para Nabi,kemudian orang-orang yang saleh (yang paling mendekati mereka), Seorang diuji sesuai dengan kekuatan agamanya" (HR. At Tirmidzi). Semakin kuat agama seseorang, semakin cinta kepada ALLAH dan semakin banyak hidupnya digunakan untuk beribadah, untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar, untuk melaksanakan fastabiqul khairat berlomba-lomba melakukan kebaikan di muka bumi ini maka ujian hamba ALLAH tersebut tentu semakin lama akan semakin berat dan sulit. Hal tersebut bukan karena ALLAH tidak sayang namun karena ALLAH memahami bahwa dengan ujian tersebut kadar keimanan dan ketakwaan seorang hamba saleh yang diuji akan semakin kuat dan bertambah pula keimanannya, semakin diuji maka semakin mencitai ALLAH, semakin diuji maka semakin bertambah pula keimanan dan ketakwaannya hingga jika seorang hamba tersebut memahami cinta kasih ALLAH maka ketika diberi ujian akan mengucap syukur dan alhamdulillah, karena ujian ALLAH merupakan pintu keberkahan dunia akhirat dan golden tiket untuk mendapatkan syurgaNYA ALLAH sekaligus kenaikan derajat dan kemuliaan hidup di dunia dan akhirat.
Keberkahan bagi hamba ALLAH yang tetap bersabar dan bersyukur serta tetap berbaik sangka kepada ALLAH ketika melalui ujian diantaranya adalah dimudahkan dalam melalui ujian, di lapangkan hatinya ketika menerima ujian, ditenangkan hatinya ketika menghadapi ujian dan pertolongan ALLAH datang tepat pada waktunya, dan ketika ujian telah usai akan mendapatkan keberkahan hidup yang berlimpah berkah dan kenaikan derajat kehidupannya.
Keyakinan bahwa ALLAH akan menolong hambaNYA adalah keyakinan seorang mukmin bahwa ALLAH tidak akan meninggalkan hambaNYA yang sedang diuji dan ALLAH sesuai dengan prasangka hambaNYA. Sebagaimana ALLAH telah berfirman dalam QS. Al Baqarah 2 ayat 286 : "ALLAH tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannnya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya". Ayat ini menjelaskan bahwa ALLAH percaya kepada seorang hamba yang sedang diuji, jika ujian tersebut diberikan ALLAH kepada hambaNYA berarti ALLAH sudah mengukur bahwa seorang hamba tersebut pasti akan kuat melaluinya. Kasih sayang ALLAH tidak berbatas, jangan pernah suudzon terhadap ujian apapun yang diberikan ALLAH, hikmah terindah pasti akan didapatkan hamba yang saleh, ketika mampu menerimanya dengan ikhlas, sabar dan penuh syukur. Betapapun sulitnya ujian yang dilalui yakin bahwa ALLAH tidak akan pernah meninggalkan hambaNYA, hal ini sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW : "Aku (ALLAH) berada sesuai persangkaan HambaKU terhadapKU" (HR. Bukhari dan Muslim).
Ujian Para Nabi dan Rasul sungguh lebih sulit, namun Nabi Muhammad SAW menghadapinya dengan tabah, tegar dan kuat. Perang Badar telah memberikan pelajaran dan pencerahan kepada kita bahwa penting sekali untuk bersikap tegar, selalu berbaik sangka kepada ALLAH. Nabi Muhammad menghadapi ujian yang sulit ketika dalam perang, pasukan Nabi Muhammad lebih sedikit dari musuh, pasukan muslim hanya sekitar 313- 317 orang dan rata-rata belum berpengalaman dalam perang, sementara lawan yaitu pasukan kafir Quraisy berjumlah sekitar 1000 orang lengkap dengan persenjataan dan pemimpin perang yang tangguh dan mahir. Tidak hanya keterbatasan pasukan, Nabi juga mengalami keterbatasan logistik, Pasukan Muslim sangat minim dalam hal unta, kuda dan persenjataan jika dibandingkan dengan musuh. Malam menjelang perang Nabi Muhammad SAW berdoa, doa yang menggemparkan langit : "Ya ALLAH selamatkan kami sebagaimana yang Engkau janjikan. Ya ALLAH berikanlah bantuan kepada kami sebagaimana yang telah di janjikan. Ya ALLAH seandainya Engkau binasakan umat Islam pada peperangan ini, niscaya tidak ada lagi orang yang akan menyembahMU" lalu ALLAH menjawab langsung doa Nabi Muhammad SAW dengan menurunkan QS. Al Anfal ayat 9-14 : " (ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkannya bagimu (seraya berfirman) : 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut. ALLAH tidak menjadikan (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tentram karenanya. Kemenangan itu hanya di sisi ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (ingatlah) ketika ALLAH membuat kamu mengantuk sebagai penentraman dariNYA dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. (Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka pukulah diatas leher mereka dan pukulah tiap-tiap ujung jari mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang ALLAH dan RasulNYA. Siapa saja yang menentang ALLAH dan RasulNYA , sesungguhnya ALLAH sangat keras siksaanNYA. (Ketentuan yang demikian itu adalah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) adzab neraka".
Untuk itu sebagai hamba pilihan ALLAH yang diberikan ujian maka wajib bagi hamba ALLAH yang saleh bersabar ketika menghadapi ujian, menguatkan keimanan dan ketakwaan dengan menunaikan ibadah (menjalankan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunah), tetap sabar dan tetap mentaati semua perintah ALLAH dan menjauhi kemaksiatan atau mencari jalan pintas yang dimurkai ALLAH. Jika hamba tersebut makin di uji tingkat keimanan dan ketakwaan bertambah maka berbahagialah karena hamba ALLAH tersebut telah sukses melalui ujian dan akan menerima imbalan pahala yang tak terbatas sesuai dengan firman ALLAH dalam QS. Az Zumar 39 ayat 10 " Sesungguhya hanya orang-orang yang bersabarlah yang di cukupkan pahala mereka tanpa batas". Tidak hanya mendapatkan pahala namun ditinggikan derajat dan mendapatkan Rahmat ALLAH sesuai pada firman ALLAH dalam QS. Al Baqarah 2 ayat 155 -157 : "Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Innalillahi wa inna ilaihi raaji'unn". Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk".
"Bersabarlah dan tetaplah dalam ketaatan, keimanan dan ketakwaan dalam melalui semua ujian yang diberikan ALLAH, karena sesungguhnya ujian ALLAH adalah tanda cinta kasih sayang ALLAH kepada hambaNYA dan ujian membuat hamba menjadi lebih dekat lagi kepada ALLAH, sungguh hanya kenikmatan di dunia ini yang paling hakiki adalah dekat kepada ALLAH dan selalu mengingat ALLAH everytime and forever".
Terima ikhlas dan sabar terhadap ujianNYA dan tetaplah berusaha menjadi hamba yang tawaduk, menjauhi larangan ALLAH meski sedang menghadapi ujian yang sangat berat dan tetap optimis dalam melalui ujian bahwa pertolongan ALLAH akan segera datang dan selalu ridho terhadap semua ketetapan ALLAH. Jadilah hamba yang disayang ALLAH, dicintai penduduk langit bumi dan menjadi hamba andalan penolong keluarga dan sahabat ketika di akhirat kelak. Semangat selalu dalam menaklukkan ujian karena ALLAH Maha Rahman Rahim.
ALLAH ya Dzul Jalali Wal Ikram.

Komentar
Posting Komentar