Tiga Pilar Sukses Menghadapi Ujian Hidup: Ikhtiar, Sabar, dan Tawakal (Kepercayaan Penuh kepada ALLAH)
Penulis : Patriawati Narendra, S.KM, M.K.M
Hidup adalah perjuangan dalam mengurai tantangan dan hambatan. Dunia adalah tempat ujian dan cobaan, tempat penempaan ketahanan (endurance), ketabahan dan kesabaran ketika menghadapi ujian. Sebagaimana Hadist Rasulullah " Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir" (HR. Muslim), Hadist ini menggambarkan bahwa dunia sebagai tempat yang membatasi bukan membebaskan bagi orang beriman, dalam arti batasan yaitu tentang halal dan haram, tempat untuk menahan hawa nafsu dan tempat untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat. Perspektif dunia sebagai tempat penempaan yaitu ketika ujian dalam bentuk musibah maka musibah tersebut dapat dijadikan sebagai penebusan dosa dan sekaligus penguat mental, membentuk karakter yang kuat menghadapi musibah meski penuh kesedihan, kemudian dunia terdapat kesenangan maka persepektif tersebut mengandung arti bahwa segala sesuatu hal yang baik dan menyenangkan harus disertai rasa syukur dan terdapat tanggung jawab setelahnya yaitu bahwa semua yang kita dapatkan ada sebagian hak orang lain yang tentu wajib kita berikan, dan dunia sebagai tempat perjalanan yang mana memiliki arti bahwa dunia merupakan tempat untuk mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat kelak.
ALLAH telah berfirman dalam QS. Al Mulk ayat 2 : "Yang menjadikan mati dan hidup, untuk menguji kamu dan siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun". Ayat ini menegaskan bahwa tujuan ALLAH menciptakan hidup dan mati adalah untuk menguji dan memilih amal terbaik. Dunia bukanlah tempat untuk bersenang-senang bagi orang beriman namun dunia merupakan kawah candradimuka seorang manusia untuk mendapatka kehidupan terbaik kelak di akhirat. QS. AL Balad ayat 4 : "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah (Kesulitan/perjaungan)". Secara eksplisit menjelaskan bahawa kehidupan manusia di dunia adalah penuh perjuangan dan kesulitan dan dunia merupakan bagian dari tempat dan proses penempaan.
Ujian yang diberikan ALLAH bukanlah merupakan hukuman bagi manusia namun justru merupakan tanda kasih sayang ALLAH kepada hambaNYA, QS. Al Anbiya ayat 35 menjelaskan bahwa : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (penempaan). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan". Ayat ini menegaskan bahwa setiap mahluk yang bernyawa termasuk manusia, jin, hewan dan bahkan para Nabi dan Rasul pasti akan merasakan kematian. ALLAH akan menguji manusia melalui kesulitan, musibah, kesengsaraan, penyakit, kemiskinan atau rasa takut yang mana tujuan ujian tersebut untuk menguji kesabaran dan keimanan manusia. ALLAH juga akan menguji manusia melalui kesenangan duniawi yaitu ujian berupa kesenangan, kenikmatan, kekayaan, kesehatan, kekuasaan atau keberhasilan hidup, tujuannya bahwa ALLAH menguji rasa syukur manusia apakah manusia yang diberi kenikmatan tersebut tetap taat, tetap istiqomah melaksanakan ibadah wajib ibadah sunah, tetap melakukan kebaikan dan apakah manusia tersebut tetap rendah hati dan tidak sombong. Dari sekian ujian yang diberikan ALLAH ujian kesenangan dan kenikmatan hidup adalah ujian yang paling sulit, karena tentu manusia akan sering lupa diri dan sombong ketika mendapatkan semua kenikmatan dunia, ujian kesengsaran dan kesenangan merupakan ujian ALLAH, siapa diantara hamba ALLAH yang paling taat dan paling baik amalnya serta paling luas kesabarannya, oleh karena itu dunia merupakan tempat persinggahan dari sebuah perjalanan panjang menuju alam akhirat, maka penting sekali untuk mempersiapkan bekal dan melakukan kebaikan selama hidup di dunia karena ada masa dimana manusia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.
Bahwa selama manusia hidup di dunia maka ujian dan cobaan akan datang silih berganti, ALLAH telah berfirman dalam QS. Al Ankabut ayat 2-3 : " Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan "Kami telah beriman" sedangkan mereka tidak diuji lagi'. "Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka ALLAH pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta", ayat ini menjelaskan bahwa ujian adalah suatu keniscayaan bagi setiap manusia yang mengaku dirinya beriman dan ujian tersebut merupakan cara untuk membuktikan kebenaran iman mereka. ALLAH sungguh Maha Rahman Rahim ujian dan cobaan yang diberikan kepada manusia merupakan tempat untuk menguji keimanan dan siapa saja yang mampu bersabar atas semua ujian ALLAH maka akan diberikan pahala dan kemuliaan dunia akhirat, sebagaimana firman ALLAH dalam QS. Al Baqarah ayat 155 : "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa (kematian atau sakit) dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar".
Jangan pernah putus asa terhadap semua ujian dan kesulitan hidup karena firman ALLAH sudah cukup jelas bahwa ujian yang diberikan manusia adalah suatu cara untuk mengasah dan meningkatkan iman takwa dan kepercayaan kita kepada ALLAH. Tiga pilar keberhasilan dalam menghadapi ujian hidup yang pertama adalah "Ikhtiar (Usaha Maksimal)". Ikhtiar merupakan pondasi utama yang menekan aksi nyata dan usaha keras yang harus dilakukan manusia. Manusia harus melakukan upaya yang sungguh-sungguh, melakukan perencanaan yang matang dan mengeksekusi keputusan yang diambil dengan usaha terbaik. Firman ALLAH dalam QS. Ar-Rad 13 ayat 11 : "Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". Ikthiar membangun ketahanan mental, membentuk karakter yang tangguh, tidak mudah menyerah dan tahan banting saat menghadapi kegagalan atau kesulitan, untuk itu dalam prosesnya ikhtiar membutuhkan kedisplinan dan ketekunan yang merupakan value yang berharga dalam mengatasi kesulitan hidup. Ikhtiar juga mengajarkan kepada kita untuk mampu bertanggung jawab terhadap tindakan dan upaya yang kita jalani, bukan hanya sekedar menyalahkan keadaan atau orang lain.
Ikhtiar yang benar akan mengurangi kecemasan dan stress serta akan menghasilkan kepuasan batin. Ikhtiar yang diikuti dengan penyerahan diri kepada ALLAH (Tawakal) dapat mendatangkan ketenangan dan mengurangi kecemasan yang berlebihan karena yakin bahwa sumber datangnya ujian adalah ALLAH maka yang dapat menolong dalam menyelesaikan ujian tersebut adalah ALLAH. Manfaat selanjutnya adalah ikhtiar dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan diri, dengan berikhtiar maka kemampuan dan kualitas diri akan terus mengalami peningkatan yang membuat orang menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada orang lain. Dalam pandangan agama (khususnya Islam), orang yang bersungguh-sungguh dalam berikhtiar akan menjadi lebih bermartabat di mata Allah SWT dan manusia karena terlihat kesungguhan dalam mencapai tujuannya, serta yakin akan pertolongan-Nya.
Kunci sukses yang kedua adalah "Sabar". Sabar merupakan kekuatan batin yang memiliki keyakinan bahwa pertolongan ALLAH akan segera datang sehingga menjauhkan diri kita terhadap sikap suudzon buruk sangka kepada ALLAH, menahan keluh kesah, emosi, keputusasaan bahkan hal terekstrim sekalipun yaitu tindakan kriminal yang menyakiti orang lain, sabar meredam segala hal negatif yang menyebabkan iman dan takwa semakin turun. Sabar dalam ketaatan, meski sedang menghadapi ujian hidup yang sulit dan pedih namun tetaplah taat kepada ALLAH, tetaplah beribadah kepada ALLAH, ibadah wajib maupun sunah, tetaplah mengerjakan kebaikan, meski kebaikan tersebut tidak berbalas kebaikan yang sama dan meski kebaikan tersebut masih disalah artikan dan selalu berbalas dengan kepedihan. Sabar dalam menghadapi ujian yang kedua adalah tetap menjauhi maksiat meski ujian dan cobaan yang dihadapi sangat sulit, pedih dan perih, tetaplah menjadi hamba ALLAH yang tetap patuh untuk menjauhi semua laranganNYA, mampu melawan hawa nafsu, mampu meredam keserakahan dunia yang tak berujung, dan sabar yang ketiga yaitu sabar ketika menghadapi musibah dan menghadapi rintangan serta hambatan, sabar jenis ini menguras energi namun tingkat kesulitannya tentu tidak sesulit dengan ujian kesenangan, sabar dalam menghadapi musibah memiliki value keimanan dan ketakwaan bahwa semua yang ada di dunia ini tidak terlepas dari semua ketetapan ALLAH. Sabar dalam menghadapi ujian akan menambah kekuatan dan ketahanan (endurance) dan memastikan bahwa ikhtiar yang sudah dijalani tidak terhenti karena keputusasaan dan suudzon terhadap ALLAH. Sebagaimana firman ALLAH QS. AL Baqarah 2 ayat 153 : "Wahai orang-orang yang beriman, Mohonlah pertolongan kepada ALLAH dengan sabar dan sholat. Sungguh ALLAH berserta orang-orang yang sabar".
Kunci sukses yang ketiga yaitu "Tawakal" (Percaya penuh kepada ALLAH). Tawakal merupakan puncak dari spiritual keberhasilan yang mana menyerahkan segala sesuatunya termasuk hasil akhir kepada ALLAH setelah semua ikhtiar yang sudah dilalui. Tawakal juga berarti bahwa seorang muslim telah bersandar penuh kepada ALLAH SWT dengan keyakinan penuh dan yakin bahwa ALLAH mampu memberikan solusi yang baik dan ketetapanNYA adalah yang terbaik. Tawakal akan mempermudah keberhasilan dan menghilangkan kekhawatiran, tawakal juga dapat meredam stress yang berlebihan dan kecemasan terhadap hasil akhir karena yakin bahwa semua hasil akhir yang terbaik sudah dipersiapkam ALLAH. Sebagaimana sabda Rasulullah : "Seandainya kamu bertawakal kepada ALLAH dengan tawkaal yang sebenar-benarnya, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung; mereka pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang". Firman ALLAH dalam QS. Ali Imran 3 ayat 159 : "Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada ALLAH. Sungguh ALLAH mencintai orang-orang yang bertawakal". Ayat ini menjelaskan bahwa tawakal adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh orang beriman,
Tiga pilar keberhasilan dalam menghadapi ujian di dunia harus dilakukan semua yaitu dimulai dengan ikhtiar, berusaha dengan segala usaha yang terbaik dan maksimal, kemudian dilanjutkan dengan sabar yaitu bertahan dalam kondisi sulit dan konsisten dalam proses ikhtiar meski proses tersebut tentu sangat sulit, berdamai dengan keadaan yang tidak nyaman dan tetap fokus semangat untuk menghadapi rintangan tanpa menyerah, kemudian setelah melakukan ikhtiar dan sabar maka diakhiri dengan tawakal yaitu menyerahkan seluruh hasil akhir kepada ALLAH, menerima apapun yang sudah menjadi ketetapanNYA dengan lapang dada dan penuh keikhlasan.
Semoga ALLAH memudahkan dan selalu memberi petunjuk serta pertolongan.
ALLAH ya Dzul Jalali Wal Ikram.

Komentar
Posting Komentar