CINTAI ALLAH MAKA DUNIA AKAN MENGIKUTIMU


Penulis : Patriawati Narendra, S.KM, M.K.M 

Dunia dan seisinya sesungguhnya tidak lebih berharga daripada Cinta dan Kasih Sayang ALLAH. ALLAH pemilik Qada dan Qadar manusia, ALLAH penguasa alam semesta, sungguh manusia merupakan sepersepuluh ribu milimikron debu yang berterbangan di angkasa. ALLAH telah berfirman dalam QS. Lukman 31 Ayat 10 : "Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi". Ayat ini menjelaskan tetang langit benar-benar tegak tanpa tiang yang terlihat oleh manusia, sungguh ini merupakan kekuasaan mutlak ALLAH. Dalam kacamata ilmiah, langit tanpa tiang ini karena adanya gaya tarik menarik (gravitasi) dan gaya sentrifugal yang menahan dan menjaga planet serta bintang tetap pada orbitnya.  Firman ALLAH dalam QS. Ar-Rad 13 Ayat 2 : "ALLAH-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy dan menundukkan matahari serta bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan. Dia mengatur urusan (mahlukNYA), merinci tanda-tanda (kebesaranNYA), agar kamu menyakini pertemuan dengan Tuhanmu". Ayat ini memiliki arti bahwa ALLAH meninggikan langit tanpa tiang yang terlihat, menunjukkan kekuasaanNYA yang tak terbatas dalam menopang angkasa (kosmos), ALLAH memiliki kekuasaan Mutlak, ALLAH bersemayam di atas Arsy (singgasana) yang melambangkan kekuasaanNYA yang tertinggi atas seluruh alam semesta. ALLAH pengendali sistem tata surya, ALLAH menundukkan matahari dan bulan, menjadikan keduanya bergerak secara teratur dalam orbitnya hingga batas waktu yang ditentukan (Kiamat), hal ini merupakan tanda-tanda ayat untuk menyakinkan manusia akan kebenaran hari kebangkitan dan pertemuan dengan ALLAH. 

Mencintai ALLAH memiliki makna mendalam bahwa dunia dan seisinya sudah tidak berarti sama sekali, seseorang yang telah mencintai ALLAH maka tidak akan gentar apabila suatu saat dikecewakan oleh manusia atau segala sesuatu keinginannya tidak dapat terwujud, karena memahami bahwa semua yang terjadi di dunia ini merupakan suatu ketetapan yang terbaik dari ALLAH.  Mencintai ALLAH adalah inti dari keimanan dan ketakwaan. Ketika hati dipenuhi dengan cinta kepada ALLAH maka akan mudah untuk melepaskan semua ketergantungan terhadap mahluk, ketergantungan terhadap semua hal yang berhubungan dengan duniawi yang mana hal ini sering membuat seseorang menjadi sangat kecewa, galau, gelisah dan bahkan bisa menyebabkan depresi berkepanjangan. 

Seseorang yang mencintai ALLAH melebihi cinta terhadap dunia maka jiwanya akan tenang dan penuh ridho, karena yakin bahwa ALLAH juga mencintai dirinya sehingga apapun yang terjadi dan segala sesuatu yang ditakdirkan adalah yang terbaik untuk dirinya. Tawakal akan mudah dilakukan pada orang yang mencintai ALLAH dengan conqruen, tidak mudah putus asa namun menjadi pejuang yang tak kenal lelah dan apabila yang terjadi belum sesuai dengan keinginannya, ikhlas dan sabar dalam menerima takdir ALLAH, karena hatinya sudah tertaut pada cinta ALLAH bukan memprioritaskan keinginan dan kesuksesan duniawi. Pribadi yang demikian maka akan mudah tersenyum, hatinya lapang dan penuh kesabaran serta keikhlasan, baginya yang terpenting adalah "Ridho ALLAH" bukan kesuksesan duniawi. Ridho ALLAH yang utama dan bukan mengutamakan mencari simpati manusia atau fokus pada hal-hal duniawi agar disukai oleh manusia, sehingga segala sesuatu yang melanggar perintah ALLAH dijalani dan segala sesuatu yang diharamkan ALLAH akan diterjang. Mencintai ALLAH akan menjaga manusia agar tetap taat, tetap menjaga dan mentaati perintah ALLAH dan mampu untuk mereject segala hal yang dilarang oleh ALLAH. Rejeki yang berkah akan membuat seseorang tentram dan makin meningkat pula keimanan dan ketakwaannya kepada ALLAH, lebih taat, lebih istiqomah lebih mencintai ALLAH daripada dunia dan seisinya serta makin bertambah pula rasa syukur kepada ALLAH. Mencintai ALLAH akan mudah mendapatkan keberkahan hidup dan rejeki yang berkah. Rejeki yang berkah yang berupa nikmat, harta, waktu, kesehatan, saudara dan teman yang baik dan peduli, keluarga yang saling mencintai selalu menyertai. Keberkahan rejeki disini bukan tentang banyaknya rejeki yang didapatkan namun rejeki tersebut meski sedikit dapat membawa peningkatan kebaikan dan memiliki manfaat yang besar serta terasa cukup, berkah memiliki arti bahwa meski rejeki yang diperolehnya tidak banyak namun cukup untuk memenuhi kebutuhan karena hatinya dan yakin bahwa ALLAH yang akan mencukupkan. 

Mencintai ALLAH akan memudahkan segala urusan di dunia, sebagaimana firman ALLAH QS. At-Talaq ayat 2-3 : "Barangsiapa bertakwa kepada ALLAH niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya". Ayat ini menjelaskan bahwa kewajiban manusia yaitu bertakwa kepada ALLAH dengan melaksanakan semua perintahNYA dan menjauhi seluruh laranganNYA, diantaranya menjaga tetap tegaknya sholat, jujur dalam pekerjaan, menunaikan hak-hak orang lain, menjadikan ridho ALLAH sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan dan tindakan. 

"Tugasmu adalah bertakwa, Tugas ALLAH adalah memberikan jalan keluar dan mendatangkan rejeki yang tak terduga". 

Cinta kepada ALLAH mendorong seseorang untuk berakhlak mulia (sabar, jujur, dermawan) karena meneladani sifat-sifat yang dicintai ALLAH dan RasulNYA. Dampaknya akan menciptakan hubungan sosial menjadi lebih harmonis dan langgeng karena tidak didasari oleh kepentingan materiil atau kedudukan melainkan oleh ikatan persaudaraan yang tulus karena ALLAH. Cinta kepada dunia dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama hanya akan menimbulkan kesengsaraan dan menghilangkan keberkahan dunia akhirat. Sebagaimana Hadist Rasulullah : "Seandainya anak Adam memiliki dua lembah harta, tentu ia akan mencari lembah yang ketiga". (Muttafaqun'alaih). Dunia semakin dikejar maka akan semakin haus, hati makin gelisah karena takut kehilangan harta, kedudukan, atau takut kehilangan pujian, dunia semakin dikejar maka akan semakin sengsara dan menderita. Cinta kepada dunia akan membuat manusia lalai, lupa beribadah, lupa beramal sholeh, lupa untuk melakukan kebaikan dan kemaslahatan, sulit untuk memberikan welas asih kepada sesama, sulit untuk berempati atau ikut merasakan penderitaan saudara kita, sombong, angkuh, arogan, semena-mena, tidak mengenal belas kasihan, hati yang keras dan congkak, lupa dengan arti tujuan penciptaan yang hakiki yaitu beribadah kepada ALLAH dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat yang abadi. Manusia yang mencintai ALLAH bukan dalam arti meninggalkan dunia begitu saja, namun menjadikan dunia merupakan ajang pencarian bekal terbaik untuk kehidupan kekal di akhirat, dunia bagi orang beriman adalah penjara sehingga menjadikan dunia ini bukan sebagai ajang meratapi nasib dan mengeluhkan takdir namun tetap berjuang berusaha meski jalan yang dilalui cukup terjal dan berliku, peristiwa yang dilalui menimbulkan air mata mengalir deras namun masih tetap berbaik sangka kepada ALLAH dan menjadikan ALLAH sebagai satu-satunya Dzat yang bisa menolong dan memberikan solusi. Orang beriman melalui ujian kehidupan ini dengan tabah, sabar dan tawakal, ujian baginya adalah bentuk kasih sayang ALLAH kepada hambaNYA sehingga meski sangat pedih tetap ikhlas menerima, meski sangat perih masih mampu untuk berucap syukur alhamdulillah. Cinta yang conqruen kepada ALLAH akan membawa keberkahan dan kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Tidak akan ada penyesalan jika cintamu untuk ALLAH, tidak akan merasakan kecewa, menderita atau sengsara, karena ALLAH telah menjamin sebagaimana dalam firmanNYA  QS. Al Baqarah 2 ayat 165 : "Dan di antara manusia, ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain ALLAH, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai ALLAH. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada ALLAH. Sekiranya orang-orang yang berbuat dzolim itu melihat, ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan ALLAH semuanya dan bahwa ALLAH amat berat siksaNYA (niscaya mereka menyesal)". Mencintai ALLAH akan merasakan bahagia karena tentu akan dijamin kemudahan dalam mencari rejeki (QS. At-Talaq ayat 2-3) dan akan diampuni segala dosa dan kesalahan, sebagaimana firman ALLAH QS. Ali Imran 3 ayat 31 : "Katakanlah Muhammad, Jika kamu benar-benar mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. ALLAH Maha Pengampun Maha Penyanyang". Mencintai ALLAH akan diberikan pahala yang besar dan kebaikan hidup dunia akhirat sebagaimana firman ALLAH dalam QS. An Nahl 16 Ayat 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang baik dari apa yang telah mereka kerjakan". 

Dalam urusan percintaan pun, mencintai ALLAH tidak akan dikecewakan (ini bagian paling syahdu dan ditunggu-tunggu pembaca tentunya ya hehehe) sebagaimana diriwayatkan ketika Zulaikha mencintai Nabi Yusuf, semakin Zulaikha mengejar cintanya Nabi Yusuf maka semakin menjauh pula Nabi Yusuf dari Zulaikha, hal ini membuat Zuilaikha sedih, Zulaikha menggunakan kecantikan, kekuasaan untuk mencintai dan mengejar Nabi Yusuf, sebagaimana firman ALLAH dalam QS. Yusuf 23 : "Dan wanita (istri Al Aziz) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata : "Marilah kesini, Yusuf berkata :'Aku berlindung kepada ALLAH, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik'. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung". Nabi Yusuf menghindar dan menjauhi saat dikejar dan dicintai oleh Zulaikha, Nabi Yusuf sangat takut kepada ALLAH. Zulaikha mewakili cinta duniawi dan hawa nafsu yang buta sedangkan Nabi Yusuf mewakili cinta kepada ALLAH yang murni sehingga melindunginya dari kehinaan. Nabi Yusuf mewakili seseorang yang memiliki benteng keimanan dan ketakwaan yang kuat sehingga mampu menghindari godaan dan rayuan Zulaikha yang menyesatkan, namun di akhir kehidupannya, Zulaikha menjadi miskin dan tua renta, kemudian Zulaikha bertaubat kepada ALLAH dan mengalihkan dari yang semula cintanya hanya kepada Nabi Yusuf menjadi cintanya kepada ALLAH. ALLAH melihat taubatan Zulaikha sangat tulus maka ALLAH mengembalikan kecantikan Zulaikha dan sekaligus menjadikan Zulaikha menjadi istri Nabi Yusuf setelah Nabi Yusuf menjadi penguasa Mesir. Wow amazing..sungguh indah Kuasa ALLAH, sungguh dahsyat kekuatan ALLAH yang menggerakkan hati manusia, yang Maha menguasai hati pikiran dan Maha membolak balikkan perasaan manusia..ya Rabb Engkau Maha Kuat ALLAH ya Qawiyyu. Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha merupakan salah satu kisah syahdu yang menunjukkan kesabaran dan ketakwaan akan selalu membuahkan kemuliaan di hadapan ALLAH.

"Barangsiapa mencari cinta ALLAH dan mencintai ALLAH maka dunia akan kecil baginya dan dunia akan mudah untuk digapainya, dunia akan ditundukkan ALLAH untuk memberinya kenikmatan dan kemakmuran serta akhirat akan menyambutnya dan mempersilahkan memasuki pintu-pintu syurga yang telah dikehendaki ALLAH".

Cinta kepada ALLAH bukanlah hanya sekedar perasaan namun juga merupakan pondasi kekuatan keimanan dan ketakwaan serta tawakal (kepasrahan total) yang kuat sehingga hal ini akan membawa keberkahan dan kemuliaan hidup dunia dan akhirat. Cinta sejati kepada ALLAH akan memudahkan manusia untuk berikhtiar, bersabar dan bertawakal penuh dengan keimanan dan ketakwaan. Orang beriman yang mengutamakan cinta kepada ALLAH akan dimudahkan rejeki dan dimudahkan pula segala hajat keinginannya, diberikan ketenangan dalam melalui ujian dan diberikan solusi penyelesaian masalah serta mendapat bonus keberkahan hidup di akhirat yaitu mendapatkan syurgaNYA ALLAH. aamiin ya ALLAH. 

ALLAH ya Qawiyyu ya Dzul Jalali Wal Ikram.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU SARINAH "KEWAJIBAN WANITA DALAM PERJUANGAN REPUBLIK INDONESIA"

REPUBLICA DEMOCRATICA de TIMOR LESTE

PROGRAM PTSL DAN KUALITAS INTEGRITAS PEJABAT