KEPEMIMPINAN UMAR BIN KHATTAB DAN AMANAH RAKYAT

                                                

 

Ditulis oleh : Patriawati Narendra, S.KM, M.K.M

Seperti dikisahkan kepemimpinan Umar Bin Khattab ra, Beliau menerapkan pemberian subsidi bagi Balita yang sudah disapih, suatu malam Umar Bin Khattab bertemu dengan seorang Ibu yang memiliki bayi karena tak tahan dengan tangisan sang bayi tersebut, Umar bertanya "Wahai Ibu, kenapa bayimu menangis tak henti-henti"? Sang Ibu menjawab "aku telah menyapihnya", lalu Umar bertanya lagi "berapa usia bayimu Bu"?, Sang Ibu menjawab "usia bayiku baru enam bulan", Umar bertanya lagi, "kenapa engkau sudah menyapihnya padahal engkau tahu anakmu masih membutuhkan air susu darimu", Sang ibu menjawab : "aku menyapihnya agar aku bisa mendapatkan subsidi dari pemimpinku Umar Bin Khattab" sontak hal tersebut membuat Umar menyesal dan berkata " Terkutuklah kau Umar, tentang keputusan yang kau ambil" Esoknya Umar Bin Khattab mengumumkan koreksi atas keputusan yang dia ambil, Umar Bin Khattab memperbaiki keputusannya yang semula keputusan tersebut tentang pemberian subsidi bagi Balita yang sudah disapih, tetapi bayi yang sedang menyusuipun diberikan subsidi sehingga tidak ada alasan lagi bagi Ibu-ibu untuk tidak memberikan ASI, dan Umar pun berkata "Terkutuklah kau Umar, berapa banyak bayi yang mati sia-sia atas keputusan yang kau ambil kemaren" lalu Umar Bin Khattab tak henti-hentinya memohon ampun kepada Allah SWT.

Sepenggal cerita diatas sangatlah menginspirasi bahwa Amirul Mukminin sangat lekat dengan kebijakan, kesejahteraan dan kemakmuran, hasil keputusan Amirul Mukminin mutlak berpengaruh pada keberlangsungan hidup suatu bangsa, oleh karena itu sangatlah penting untuk berpikir, menimbang, memperhatikan secara seksama, melihat, mendengar dan merasakan dampak yang ditimbulkan dari kebijakan yang diambil, Seorang Amirul Mukminin haruslah bisa berempati dan nglaras rasa.

Kepemimpinan Umar Bin Khattab merupakan kepemimpinan yang sangat loyal adil dan bijaksana kepada rakyat, pada masa kekuasaannya Islam mencapai puncak kejayaan dengan melakukan ekspansi ke wilayah yang berpenduduk Nasrani, Yahudi, Majusi melalui kekuasaan Umar inilah mulai dikenal pembagian kekuasaan desentralisasi dengan 8 wilayah propinsi, pembentukan lembaga pengadilan yudikatif yang terlepas dari kekuasaan pemerintah (eksekutif), semakin pesatnya peradaban sehingga badan-badan lain pun dibentuk untuk mendukung jalannya pemerintahan.

Ada beberapa hal yang sangat kagum untuk dipelajari dan diteladani yaitu
1. Al kharaj : Umar mengubah peraturan bagi kaum muslimin yang tadinya menguasai segala sesuatu yg didapat dari perang, mengubahnya menjadi mengembalikan ke pemilik semula akan tetapi dikenakan pajak atas tanah.
2. Ghanimah : semua harta rampasan perang dimasukkan ke Baitul al Maal sebagai salah satu upaya negara untuk membantu rakyat, pengelolaannya dibutuhkan suatu pengawas yg disebut diwanul jund.
3. Pemerataan Zakat : meninjau kembali tentang pemberlakuan zakat khususnya bagi kaum dhuafa
4. Lembaga perpajakan : pengawasan yang sangat ketat dan tegas, tetapi adil untuk pemerataan kesejahteraan rakyat

Apa yang dapat kita simpulkan dari keteladanan Khalifah Umar Bin Khattab antara lain yaitu Pemimpin bukan hanya sekedar meraih kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan apalagi sampai gila kekuasaan akan tetapi menjadi Pemimpin adalah pengemban amanah dan tanggung jawab sepenuhnya kepada rakyat, empati dan peduli serta bijaksana kepada rakyat, mengerti dan paham betul penderitaan dan kesengsaraan rakyat, menjadi seorang Pemimpin bagi Umar adalah tidak begitu mudah, penuh deraian air mata ketika Beliau melihat ketidakadilan, kemiskinan, penderitaan, kelaparan.

Pemimpin adalah pioner kesuksesan sebuah bangsa. Bangsa kita sudah merindukan Pemimpin yang amanah, adil dan bijaksana agar tidak ada lagi Korupsi dan penindasan terhadap hak-hak untuk rakyat, semua fungsi lembaga negara berfungsi sebagai mana mestinya dan menjalankan tugasnya dengan penuh amanah.

Semoga Amirul Mukminin kita sangat berhati-hati dalam penerapan kebijakan khususnya pemberian subsidi bagi rakyat, karena kesejahteraan dan kemakmuran rakyat adalah amanah yang harus ditunaikan, Pemimpin ada karena rakyat mendukung, dan Rakyat ada karena untuk dipimpin, disejahterakan, dan dimakmurkan. Untuk Pemimpin di Seluruh Indonesia semoga selalu amanah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Semoga Allah selalu membimbing dan memberi petunjuk serta memberi hikmat kebijaksanaan di sanubari Pemimpin Negeri amin amin ya Rabb

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KADER DESA UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

RESENSI BUKU SARINAH "KEWAJIBAN WANITA DALAM PERJUANGAN REPUBLIK INDONESIA"

PENGARUH POLITIK TERHADAP HUKUM (HUKUM SEBAGAI PRODUK POLITIK)