DINAMIKA SUDUT PANDANG

 







Hidup heterogen menuntut kita untuk cerdas menyikapinya, berbagai karakter, watak, gaya komunikasi, dialektika, cara berpikir, daya tangkap, pemahaman, interpretasi tentu akan berbeda pula, lalu bagaimana bila hanya memikirkan sesuatu hal yg serba berbeda? Apakah harus diam membisu untuk menghindari perbedaan pendapat, atau tetap ngotot bertahan dengan argumenya namun melupakan sisi kedamaian dan kerukunan? Jawabnya just go on..teruslah berargumen, teruslah memberikan saran pendapat masukan, pemikiran meskipun berbeda tentunya. Negara ini didirikan juga atas perbedaan, perbedaan bahasa, agama, budaya, suku dll, Negara ini dipersiapkan untuk maju berjaya dengan perbedaan bukan kesamaan.

Negara ini besar karena keanekaragaman bukan homogenitas, lalu mengapa harus perang otot jika kita dilahirkan di bumi yang para leluhurnya sangat menghargai perbedaan, Founding Father telah merumuskan Negara ini bukan untuk sebagian golongan saja tetapi Negara ini dari Sabang sampai Merauke, lengkap dengan perbedaan dan dinamikanya. Nah kembali lagi, cerdas menyikapi yang dimaksud adalah tetap menghargai perbedaan cara berpikir, penangkapan, pemahaman dll, betapapun berbedanya argumen,.pendapat tetaplah selalu menjaga ukhuwah dengan baik, mungkin dirasa klise, karena yg nulis ini masih muda, yup darah muda memang agak terlalu semangat dan mudah tersulut, tetapi seiring berjalannya waktu akan dewasa dan bijaksana dalam menyikapinya, come back lagi, goal perlu dipikirkan kalo tujuan kita untuk maju berkualitas lalu mengapa harus mempermasalahkan hal hal yang berbeda yg tentunya jika tidak bisa diliniearkan akan buntu juga, mungkin perlu latihan juga dalam mendengarkan diskusi yg debat kusir, diskusi yg bernada judgement, sindir menyindir bahkan sampai umpatan.

Wowwww apa berlebihan lalu kita diinjak injak kok diem saja..diamnya kita, sikap mengalahnya kita, kebaikan kita merupakan kemuliaan tersendiri, kemuliaan hamba Allah pada derajat Qudwah, karena hakekat kita bersatu atas dasar berbagai perbedaan, berbagai pandangan dan berbagai pemahaman, ikhlas terhadap berbagai pendapat yg bernada sumbang, bahkan hujatan sekalipun, karena hakekat kehidupan itu kedamaian, kasih mengasihi, kebermanfaatan dan kepedulian, jadikan perbedaan pendapat, pandangan menjadi khasanah kedewasaan, pengalaman dan ilmu kehidupan, karena tentunya hidup didunia ini sangat tergantung dengan orang lain yang tentunya berbeda pula dengan kita, berbeda bukan merupakan kemunduran, berbeda bukan merupakan sumber masalah, berbeda bukan merupakan kebodohan, berbeda bukan merupakan akar perpecahan TETAPI berbeda untuk maju, berkualitas, bersatu kuat dan damai, perbedaan itu indah seperti siluet warna pelangi, perbedaan itu indah seperti keanekaragaman bentuk Masjid didunia, stupa dan relief Candi Borobudur, Pura, dan megahnya Klenteng, Indonesia itu berbeda bukan homogen, Indonesia itu akan berjaya dengan Bhineka Tunggal Ika!!!
Salam NKRI Indonesia Jaya Merdeka!!!
Patria Narendra, 16 Okt 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KADER DESA UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA

RESENSI BUKU SARINAH "KEWAJIBAN WANITA DALAM PERJUANGAN REPUBLIK INDONESIA"

PENGARUH POLITIK TERHADAP HUKUM (HUKUM SEBAGAI PRODUK POLITIK)